Senin, 29 Februari 2016

Taman Wisata Iman Dairi Wisata Rohani 5 Umat Beragama Sumatera Utara

Taman Wisata Iman Dairi Wisata Rohani 5 Umat Beragama Sumatera Utara


, Sitinjo, Dairi. Indonesia adalah negara yang plural. Itulah sebabnya dibuatlah semboyan Bhinneka Tunggal Ika untuk mempersatukan perbedaan tersebut. Selain di Bukit Kasih Manado yang menonjolkan kerukunan antar umat beragama lewat kehadiran lima tempat ibadah dari masing-masing agama, di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Indonesia juga terdapat tempat wisata religi yang menonjolkan hal yang sama yaitu Taman religius ini berada di Bukit Sitinjo, Kabupaten Dairi, berjarak sekitar 154 km dari Kota Medan, Dibutuhkan waktu sekitar 5 jam untuk sampai ke Taman Wisata Iman ini. Sesuai dengan namanya, satu ini merupakan tujuan wisata religi kelima agama yang diakui di Indonesia.

Pada awal 2001, Bupati Dairi tengah merancang sebuah tempat peribadatan kelima agama yang diakui di Indonesia yang diharapkan bisa menjadi tujuan wisata rohani juga. Gagasan ini diwujudkan dengan melakukan dialog bersama tokoh-tokoh dari kelima agama tersebut dan masyarakat. Hasil dialog ialah penetapan lokasi pembangunan tempat wisata tersebut di Perbukitan Sitinjo, mengingat lokasi tersebut banyak ditutupi hutan pinus sehingga cocok dijadikan tempat wisata rohani. Pada tanggal 20 Agustus 2005, Prof. Dr. H. Said Agil Al-Munawar yang saat itu menjabat sebagai Menteri Agama RI meletakkan batu pertama Taman Wisata Iman.

Taman Wisata Iman

Berlokasi di perbukitan dengan banyak pepohonan nan asri, Taman Wisata Iman membuat siapa saja betah berlama-lama disana. Kesejukan Taman Wisata Iman ini semakin lengkap manakala melihat bangunan-bangunan keagamaan yang tidak mewakili satu agama saja. Memasuki pintu gerbang, pengunjung akan disambut oleh pemandangan keindahan Vihara Saddhavana yang merupakan tempat peribadatan umat Buddha. Pada vihara ini terdapat candi dan patung Buddha. Selepas dari Vihara Saddhavana, pengunjung diajak untuk menikmati suasana Kristiani. Di areal ini, ada banyak miniatur bangunan-bangunan bersejarah seperti patung Abraham dan Musa, Goa Bunda Maria, Bahtera Nuh, Gereja Oikumene dan miniatur kisah perjalanan Yesus di dunia yang meliputi Kandang Domba Betlehem, peristiwa Yesus memberi makan 5000 orang, peristiwa Yesus berdoa di Taman Getsemani, Via Dolorosa, Salib Golgota, dan kisah kebangkitan Yesus.
Taman Wisata Iman

Di samping patung Abraham terdapat patung Musa yang menggambarkan perjalanan Musa dalam menerima kesepuluh hukum taurat Tuhan. Setelah itu pengunjung dihantarkan pada proses penyaliban Yesus untuk membebaskan manusia dari belenggu dosa. Menyusuri jalan setapak ini, pengunjung bisa melihat sebuah gua yang didalamnya terdapat patung Bunda Maria, wanita suci bagi umat Katolik. Persis di atas goa ini, pengunjung bisa menyaksikan puncak penderitaan Yesus dalam membebaskan manusia dari dosa yaitu suasana penyalipan di Bukit Golgota. Di bukit ini pengunjung sering berdoa, pemandangan di sekitar menambah suasana damai.

Taman Wisata Iman

Berjarak tidak jauh dari Gereja Oikumene, terdapat sebuah Pura Hindu. Meski berbentuk sederhana, nuansa Hindu benar-benar terasakan di areal ini.

Taman Wisata Iman

Selepas dari Pura Hindu, saatnya untuk menyaksikan tempat peribadatan umat Islam yaitu Mesjid beserta menaranya. Tidak lupa, untuk menghantarkan suasana di Arab Saudi, dibangunlah sebuah miniatur Ka’bah.

Taman Wisata Iman

Selain menghadirkan bangunan-bangunan peribadatan kelima agama yang diakui di Indonesia, Taman Wisata Iman juga menampilkan keindahan panorama alam yang rindang. Aliran sungai dari perbukitan turut mempercantik Taman Wisata Iman ini. Perpaduan bangunan-bangunan peribadatan dan panorama alam yang memukau, membuat nuansa religius benar-benar terasa di tempat ini dan menjadikan Taman Wisata Iman ini sebagai tujuan wisata favorit di

Sebagai tempat wisata, Taman Wisata Iman menghadirkan beberapa fasilitas pendukung seperti pos pengamanan yang ditujukan untuk mengontrol keamanan, pondok-pondok kecil sebagai tempat beristirahat, arena bermain, penginapan, dan auditorium yang bisa digunakan untuk melangsungkan acara pernikahan, misa, dan pesta. Selain itu dibangun juga warung makan untuk mengakomodir konsumsi pengunjung dan tempat pembelian souvenir bagi pengunjung yang ingin membawa oleh-oleh.

Taman Wisata Iman merupakan simbol dari kerukunan antar umat beragama di Indonesia. Meskipun nuansa Kristiani mendominasi tempat ini, tidak otomatis Taman Wisata Iman ini ditujukan kepada umat Kristiani saja. Kelima agama yang diakui Indonesia terwakili di Taman Wisata Iman ini yang bisa dilihat dari aneka bangunan yang dianggap penting bagi masing-masing agama. Dengan demikian diharapkan pengunjung yang telah menjelajahi Taman Wisata Iman dapat menghargai perbedaan dan kemajemukan.
 
SUMBER: http://www.gabeboni.com/2015/04/Taman-Iman-Dairi-Sitinjo.html

Huta Siallagan Samosir Tradisi Mengadili Terdakwa di Masa Lampau

Huta Siallagan Samosir Tradisi Mengadili Terdakwa di Masa Lampau


Unik Tradisi Mengadili Terdakwa Di Masa Lampau Di Desa Siallagan, Jika sedang mengunjungi Pulau Samosir, sempatkanlah diri anda untuk mengunjungi  yang terletak di Desa Ambarita, Kec. Simanindo dan berada tidak jauh dari. Huta Siallagan ini cukup sering dikunjungi oleh wisatawan lokal dan mancanegara. Setibanya di Huta Siallagan, anda akan terkagum melihat perkampungan yang dikeliling batu-batu besar yang disusun bertingkat dan rapi. Dahulunya tembok ini dilengkapi oleh bambu dan berfungsi sebagai penjaga perkampungan dari serangan suku lain dan gangguan binatang buas. Huta Siallagan sendiri dibangun pada masa Raja Laga Siallagan, llau diwariskan kepada Raja Hendrik Siallagan, seterusnya begitu hingga sampai pada keturunan Raja Ompu Batu Ginjang Siallagan. Sejak dahulu Huta Siallagan dihuni oleh marga Siallagan yang merupakan keturunan Raja Naimbaton dengan garis keturunan Raja Isumbaon. Hingga kini keturunan Raja Siallagan masih berdiam di sekitar Desa Ambarita. Beberapa makam keturunan Raja Siallagan dapat ditemukan di desa ini.

Huta Siallagan Samosir

Memasuki Huta Siallagan, anda akan melihat pemandangan yang umum di Tanah Batak yakni deretan rumah bolon dan sopo. Istimewanya, di sini terdapat deretan batu berbentuk kursi yang tersusun melingkari meja batu. Tempat ini dinamakan Batu Parsidangan. Letaknya persis di tengah kampung, tepatnya di bawah pohon hariara yang memiliki akar melilit. Pohon suci seperti ini biasanya ditanam di perkampungan Batak. Adapun Batu Parsidangan ini berada di 2 lokasi. Yang pertama tertata rapi dengan posisi melingkar di bawah pohon dan berfungsi sebagai tempat rapat, dimana rangkaian batunya meliputi kursi raja dan permaisuri, kursi tetua adat, kursi raja untuk undangan dan huta tetangga, dan kursi untuk pemilik ilmu kebatinan. Sedangkan Batu Parsidangan kedua berfungsi sebagai tempat eksekusi, dimana rangkaian batunya tidak begitu berbeda dengan Batu Parsidangan pertama, hanya ditambahkan sebuah batu besar memanjang sebagai tempat pembaringan terdakwa untuk kemudian dipenggal kepalanya.

Huta Siallagan Samosir

Mengapa dinamakan Batu Parsidangan? Karena fungsinya memang untuk mengadili pelanggar hukum adat, seperti kasus pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, dan sebagainya dan mengadili musuh politik sang raja. Untuk mencari hari baik pelaksanaan sidang bersama tetua adat, Raja Siallagan menggunakan kalender Batak. Para tetua adat akan mengusulkan jenis hukuman sesuai dengan derajat kesalahan, lalu Raja Siallagan menetapkan hukuman denda, pasung, atau pancung. Terdakwa akan dipasung terlebih dahulu sebelum diadili. Prosesi pemancungan, dimulai dengan menyayat tubuh terdakwa hingga mengeluarkan darah. Apabila terdakwa memiliki ilmu kebal, tubuh terdakwa ditetesi jeruk nipis sebelum dipenggal. Sebuah cerita mengatakan bahwa potongan tubuh terdakwa dibagikan untuk dimakan beramai-ramai. Bila Raja Siallagan sangat membenci terdakwa, maka ia akan memakan jantungnya. Darahnya ditampung untuk dijadikan minuman pencuci mulut dan potongan tubuhnya dibuang ke Danau Toba. Selama 1-2 minggu masyarakat dilarang menyentuh air Danau Toba karena dianggap berisi roh jahat. Sementara itu, bagian kepala terdakwa dibungkus dan dikubur jauh dari Huta Siallagan.

Kemungkinan dari kisah klasik inilah, sempat muncul stereotype bahwa masyarakat Batak melakukan ritual kanibalisme. Perlahan ritual ini menghilang setelah Dr. I.L. Nommensen, seorang pendeta asal Jerman menyebarkan agama Kristen di wilayah Samosir pada pertengahan abad ke-19. Semenjak itu, Raja Siallagan yang menganut agama Parmalim, mengubah keyakinannya dengan memeluk agama Kristen dan tidak lagi melanjutkan ritual kanibalisme. Kini, Huta Siallagan menjadi desa wisata yang bertujuan mengenang sejarah dan tradisi dari salah satu suku di Tanah Batak. Saat mengunjungi Huta Siallagan dan ditemani oleh pemandu, biasanya ia akan menceritakan kisah ini lebih rinci dengan tujuan sebagai pelajaran dari tradisi di masa lampau.

Untuk masuk ke Huta Siallagan, wisatawan harus terlebih dulu melewati patung batu besar yang melambangkan penjaga (Pangulubalang), dimana fungsi patung ini sebagai pengusir roh jahat. Wisatawan akan masuk dari pintu gerbang di barat daya dan keluar dari sebelah timur. Berada di Huta Siallagan seakan memasuki peradaban tua zaman batu. Di perkampungan ini terdapat 8 unit rumah tradisional Batak yang telah berusia ratusan tahun. Selain itu, terdapat juga rumah adat yang telah dijadikan museum. Di dalam museum ini tersimpan beragam kain tradisional Batak, alat penenun ulos, perkakas memasak, dan peralatan rumah tangga lainnya. Bagi anda yang ingin membawa pulang oleh-oleh dari Huta Siallagan, bisa membelinya di tempat penjualan aneka kerajinan khas Batak, yang menyediakan kain, T-shirt, ukiran khas Batak, dan gantungan kunci. Untuk mendapatkan pilihan yang lebih beragam, anda bisa menemukannya di toko souvenir yang berada di sepanjang Jalan Lingkar Tuktuk Siadong dan di sekitar Makam Raja Sidabutar Tomok. Bila ingin membawa oleh-oleh kacang rondam yang merupakan khas Samosir, bisa mendapatkannya di Jl. Putri Lopian. Untuk mencapai Huta Siallagan, anda bisa menaiki kapal feri dari Tigaras menuju Pelabuhan Simanindo.


SUMBER: http://www.gabeboni.com/2015/04/Kampung-Siallagan.html

Bukit Lawang Ajang untuk Mengenal Satwa Orang Utan

Bukit Lawang Ajang untuk Mengenal Satwa Orang Utan

 Bukit Lawang menjadi atraksi wisata lain yang ada di Provinsib bukit Lawang merupakan tempat konservasi salah satu satu jenis primata asli Indonesia yang kini keberadaannya hampir punah, Orang Utan. Tak perlu heran jika tempat ini sangat identik dengan maskot Orang Utan yang sangat lucu dan menggemaskan. Ada sekitar 500 Orang Utan yang hidup bebas di taman konservasi ini. Kawasan Bukit Lawang ini tidak hanya terkenal dengan satwa Orang Utan saja, melainkan ada beberapa objek wisata lainnya yang tak boleh terlewatkan. Sebut saja Taman Nasional Gunung Lauser. Taman nasional ini sebagian besar kawasannya berupa hutan hujan tropis. Di dalamnya terdapat danau-danau, air terjun alami, sungai, dan sumber air panas. Belum lagi kekayaan hayatinya. Ada begitu banyak satwa liar hidup di hutan tropis di kawasan Taman Nasional Lauser ini. Sebut saja Badak Sumatera, Rusa Sambar, Gajah Sumatera, dan kambing hutan.

 Bukit Lawang

 Bukit Lawang tak hanya ramai dikunjungi oleh para wisatawan lokal saja. Banyak juga wisatawan mancanegara yang berkunjung ke taman konservasi Orang Utan ini dengan alasan sangat penasaran dengan kehidupan Orang Utan di habitat asli mereka. Panorama alam pegunungan yang sangat indah menjadi daya tarik lainnya dari objek wisata Bukit Lawang ini. Keindahan alam semakin lengkap dengan adanya Sungai Bahorok yang airnya sangat dingin namun menyegarkan. Belum lagi pemandangan Bukit Barisan (Taman Nasional Gunung Lauser) dari kejauahan.

Terdapat cukup banyak penginapan yang khusus diperuntukan bagi para wisatawan yang ingin menginap. Dua buah penginapan terkenal dan menjadi tempat penginapan favorit para wisatawan adalah Rindu Alam Hotel dan Bukit Lawang Cottage. Konsep utama bangunan penginapan juga disesuaikan agar tampak serasi dengan lingkungan di sekitarnya yang masih alami. Tujuannya agar konsep penginapan menyatu dengan alam. Salah satu contoh perwujudan dari konsep bangunan penginapan yang menyatu dengan alam adalah bangunan yang dibuat dengan letak menggantung. Lokasinya pun sangat strategis sehingga para wisatawan yang menginap dapat melihat dan menikmati panorama alam yang masih asli dan asri dari beranda penginapan. Untuk biaya penginapan, termasuk tidak mahal. Rata-rata biaya penginapan berkisar antara Rp.100.000 hingga Rp.500.000 per-malam-nya. Adapun fasilitas-fasilitas lainnya yang terdapat pada kawasan wisata Bukit Lawang ini antara lain visitor center, rumah makan, viewing center, camping ground, dan terminal.

Bukit Lawang

 Para wisatawan juga dapat mengisi momen liburan di sini dengan mencoba kegiatan-kegiatan alam seperti rafting, berkeliling menggunakan sampan, dan hiking. Bagaimana soal akses? Untuk sampai di kawasan konservasi Bukit Lawang, para wisatawan yang dari Medan dapat melakukan perjalanan menuju ke Binjai dengan melalui Terminal Pinang Baris. Para wisatawan dapat menggunakan kendaraan pribadi ataupun bus umum. Waktu tempuh yang dibutuhkan untuk sampai di Bukit Lawang adalah sekitar 2.5 jam dari Medan. Untuk medannya, semua jalan menuju ke taman konservasi Bukit Lawang sudah sangat baik. jalan halus beraspal akan memudahkan para wisatawan untuk tiba lebih cepat ke lokasi taman konservasi Bukit Lawang.

 Bagi anda yang berminat, silahkan segera kunjungi Bukit Lawang. Di sana anda akan melihat tingkah-tingkah lucu para Orang Utan seperti Orang Utan yang bergelantungan di ranting-ranting pohon, Orang Utan yang sedang bercengkerama dengan kelompoknya, dan masih banyak tingkah lucu lainnya. Jangan lupa abadikan momen liburan di Bukit Lawang ini agar tak pernah lekang dari memori anda. selamat liburan.
 
SUMBER: http://www.gabeboni.com/2015/03/Bukit-Lawang.html

Sabtu, 06 Februari 2016

Obyek Wisata Curug Panjang Megamendung Bogor Jawa Barat

Obyek Wisata Curug Panjang Megamendung Bogor Jawa Barat

Curug Panjang Berada di Desa Megamendung, Kec. Megamendung, Jarak dari Bogor 20,5 km dengan fasilitas : Loket Karcis, Shelter, Toilet, Jalur Tracking,, Musholla, Areal Kemping, Air Terjun.Curug Panjang sebenarnya hanya 8 kilometer dihitung dari jalan masuk Megamendung (dari jalan raya Bogor Puncak), tapi terasa jauh karena harus melewati jalan kecil yang di beberapa tempat hanya bisa dilewati 1 mobil saja. Untuk kunjungan pertama ini masih perlu beberapa kali bertanya kepada penduduk setempat, karena tanda arah ke lokasi masih kurang jelas terlihat.
Curug Panjang terletak di lereng Gunung Paseban, ketinggian sekitar 1000 mdpl, kawasan wisata seluas 30 hektar ini menjual keindahan Sungai Cirangrang sebagai komoditas utamanya. Sungai inilah yang membentuk 4 air terjun di kawasan ini, mulai dari teratas yaitu: Curug Blao, Curug Panjang, Curug Bunder dan Curug Barong.

Curug Panjang yang namanya dipakai sebagai nama lokasi merupakan yang terdekat dari gerbang masuk, paling ramai dan  termudah untuk dikunjungi. Sesuai namanya, bentuknya bukanlah vertikal seperti air terjun umumnya, tapi membentuk slope miring sepanjang +/- 20 meter dengan debit air yang cukup deras.

Ada 2 jalan untuk mencapainya: berjalan kaki sejauh 300-400 meter dengan sebagian menyusuri sungai, atau dengan jarak lebih jauh melewati punggungan di sebelah barat sungai kemudian memutar melalui jembatan yang melintang di atas Curug Panjang menyebrang ke punggungan sebelah timur sungai, melalui camping ground & turun kearah Curug.

Kenyamanan Curug Panjang bukan cuma dilihat dari view yang ditawarkan, tapi juga dari lokasi yang kelihatan terjaga kebersihannya (banyak disediakan tong sampah dimana-mana & tidak ada segorespun coretan/tulisan iseng para vandalis di atas bebatuan sungai seperti biasanya dijumpai di tempat serupa).

Salah satu atraksi utamanya adalah kolam alami yang terbentuk dari derasnya aliran air Curug Panjang, konon katanya bisa sedalam lebih dari 5 meter. Di pinggir kolam ini terdapat tebing setinggi 3-4 meter yang biasa dipakai para nekaders untuk dive jump, meskipun sekarang dilarang untuk tujuan safety.

Beberapa aktivitas selain itu adalah camping, outbound/gathering, bushwalking ke beberapa curug lain, mountain-bike, & pastinya jeprat jepret. Cucok buat sekedar one day family picnic atau buat yang mau camping tapi ga punya camping gear, disini juga disewakan tenda, sleeping bag dll, termasuk alat masak.

Kalau lihat di Google Earth, Curug Panjang bisa juga dicapai dari arah Cilember, tapi harus rela lewat jalan tanah yang kelihatannya cukup lebar, cuma kurang jelas konturnya, mencapai lokasi dari arah timur.
 
 
SUMBER:http://wisatapuncakcisarua.blogspot.co.id/2015/04/obyek-wisata-curug-panjang-megamendung.html

Pantai Pintu Kota, Ambon – Maluku

Pantai Pintu Kota, Ambon – Maluku

 
Panorama Pantai Pintu Kota - Maluku : Pantai Pintu Kota, Ambon – Maluku






Hasil gambar untuk objek wisata Pantai Pintu Kota






















Propinsi Maluku dengan Ibukota Ambon, merupakan salah satu kota di pesisir pantai dengan pepohonan nyiur yang saling melambai-lambai pada setiap sudut kotanya. Keindahan pesisir pantai dengan lautnya yang biru dan airnya yang bening menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik maupun internasional.
Pintu Kota merupakan salah satu pantai di daerah sekitar kota Ambon yang menyimpan keunikan tersendiri yaitu terdapatnya lubang besar yang menerobos tebing karang sampai tembus di kedua sisinya.
Pada bagian karang yang berlubang tersebut apabila kita berdiri di pinggir pantai, maka kita dapat melihat laut secara langsung melalui lubang tersebut. Pantai Pintu Kota berbentuk teluk merupakan jenis pantai berkarang dan berbatu.
Bagian bibir pantai yang berpasir hanya sedikit saja. Dari tempat parkir menuju lokasi pantai kita harus menuruni tangga yang agak curam dan sempit, yang kalau basah harus berhati-hati supaya tidak tergelincir. Di lokasi pantai terdapat pondokan-pondokan untuk tempat berteduh dan beristirahat dengan rimbunnya pepohonan yang cukup besar.
Perjalanan untuk mencapai lokasi dari kota Ambon yang berjarak lebih kurang 15-16 km dapat ditempuh dengan waktu lebih kurang 1 jam perjalanan dengan kendaraan sedan jenis SUV/ MPV.
Disamping itu juga dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan sepeda motor dan kendaraan angkutan umum. Sepanjang perjalanan menuju lokasi kita juga disuguhkan pemandangan alam yang masih asri dan natural yang tak kalah menariknya.
karang yang berlubang besar - Maluku : Pantai Pintu Kota, Ambon – Maluku
Panorama Pantai Pintu Kota - Maluku : Pantai Pintu Kota, Ambon – Maluku
Potensi pantai Pintu Kota disamping untuk tempat wisata pantai juga dapat digunakan untuk acara pemotretan Prewedding, Wedding, modeling, fashion dan juga produk Iklan atau film. Tempat parkir kendaraan yang cukup luas juga membuat para pengunjung merasa nyaman.
Keunikan Pantai Pintu Kota di Maluku
Jalan-jalan ke arah timur Indonesia traveler pasti akan menemukan destinasi wisata yang sebagian besar masih alami dan terjaga keindahannya. Salah satunya adalah pantai dengan tebing berlubang di tengahnya yang berbentuk seperti pintu gerbang. Pantai Pintu Kota sebutannya.
Pantai Pintu Kota merupakan salah satu destinasi wisata yang tidak boleh terlewatkan saat ke Maluku. Pantai ini terletak sekitar 20 km dari Kota Ambon. Akses transportasi yang mudah dan jalan beraspal yang mulus menjadikan tempat ini mudah untuk dijangkau.
Pantai ini memiliki keunikan sekaligus keindahan yang tidak bisa ditemui di pantai lainnya, yang menjadikan daya tarik para traveler untuk mengunjungi Pantai Pintu Kota. Perpaduan warna tebing yang berwarna coklat kemerahan dan kemudian dihantam gelombang ombak menghasilkan pecahan air yang indah
Selain menikmati pemandangan pantai berpasir putih yang dihiasi bebatuan dan tebing, traveler juga dapat berfoto-foto dengan latar tebing yang membentuk pintu gerbang tersebut.
Lubang pada tebing yang mengarah langsung ke arah laut Banda
Dengan dinding tebing yang terdiri dari batuan karang yang cukup tajam dan berwarna coklat gelap, maka terlihat sangat kontras dengan laut dan langit, menambah keindahan tebing yang eksotis ini. Tempat berpijak di sekitar pantai di dominasi oleh bebatuan yang cukup tajam, jadi kita harus hati-hati saat melangkahkan kaki diantara bebatuan.
Warna kontras antara tebing dengan laut dan langit terlihat sangat mempesona
Selain sebagai tempat wisata dan berfoto, lokasi ini juga terkenal sebagai tempat penyelaman, karena memiliki pemandangan bawah laut yang tak kalah indah nya.
Sebagai informasi tambahan, pintu masuk ke dalam lokasi wisata ini ada 3 jalur yang berbeda. Untuk masuk dan turun ke lokasi wisata ini saya harus menuruni anak tangga yang terbilang cukup banyak, dan ketika kembali harus kembali mendaki melewati anak tangga tersebut. Meskipun cukup melelahkan, namun rasanya sepadan dengan keindahan yang didapat.

SUMBER: http://www.pasirpantai.com/sulawesi/maluku/pantai-pintu-kota-ambon-maluku/

Pantai Liang Ambon Pantai Terindah di Indonesia






Pantai Liang Ambon Pantai Terindah di Indonesia

Pantai Liang Ambon Pantai Terindah di Indonesia

Jayanjayan.com – Pantai Liang atau pantai yang juga disebut Pantai Hunimua ini pernah dinobatkan oleh PBB sebagai pantai terindah di Indonesia pada tahun 1990. Tentu hal ini bukan tanpa alasan, tempat wisata di Ambon ini memiliki hamparan pasir putih dipadu dengan air jernih kebiruan yang membuat Anda tak pernah bosan menikmati keindahannya. Yang menjadikan pantai di Ambon ini mengalahkan Bunaken sebagai pantai terindah di Indonesia di tahun 1990 adalah keindahan alam bawah lautnya. Wisatawan bisa melihat keindahan alam bawah laut yang dimiliki pantai ini sedalam 5 meter dengan jarak pandang normal.
Pantai Liang
Keindahan yang dimiliki pantai ini membuat berbagai wisatawan asing menjadikan wisata alam ini sebagai tujuan wisata, wisata asing tersebut kebanyakan dari benua Eropa, turis asal Inggris, Belanda dan Jerman sering datang ke pantai ini, selain dari benua Eropa masih ada lagi wisatawan asing yang ingin melihat keindahan yang ditawarkan pantai ini misalnya turis dari Kanada dan Australia.
Lokasi dan Akses
Nama populer pantai liang ini sesuai dengan lokasinya: Desa Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, atau sekitar 40 km dari pusat kota Ambon. Banyak angkutan menuju Liang, yang jaraknya sekitar 40 kilometer dari Bandar Udara Internasional Pattimura. Selain taksi, ada bus Trans Amboina bertarif Rp 10 ribu. Jalannya mulus sehingga waktu tempuh hanya 30 menit.
Pantai Liang
Wisata
Ombak di pantai ini tidak terlalu besar sehingga cocok untuk bermain air. Jika tak ingin basah, Anda bisa berjemur di pasirnya yang landai. Selan itu, deretan pohon rindang yang berjajar di tepi pantai bisa Anda gunakan untuk berteduh sambil menikmati kuliner setempat.
Pantai Liang
Pasir putih menghampar sepanjang sekitar 1 kilometer dengan lebar 300 meter ini. Untuk bisa masuk Pantai Liang, Anda harus membayar 15.000 Rupiah.

SUMBER : http://www.jayanjayan.com/pantai-liang-ambon-pantai-terindah-di-indonesia/

Wisata Ke Pulau Nusa Pombo Serasa Menikmati Surganya Maluku


Wisata Ke Pulau Nusa Pombo Serasa Menikmati Surganya Maluku


http://jadituris.com/wp-content/uploads/2015/07/Tempat-Wisata-Pantai-Di-Ambon.jpg Para Penelusur tau ga ternyata Maluku mempunyai sebuah pulau yang sangat indah lho, bagi yang ke Maluku jangan lupa mampir ke Pulau Nusa Pombo ya, yang teletak di antara Pulau Ambon dan pulau Haruku tapi tetap berada di Kecamatan Salahhutu, Kabupaten Maluku Tengah.
Para Penelusur tau ga asal nama Pulau Nusa Pombo ini? usut punya usut ternyata nih Pombo berasal dari bahasa Portugis yang mempunyai arti merpati, sehingga Pulau Pombo juga dikenal dengan nama Pulau Merpati. Para Penelusur yang kesini pasti akan sangat senang, karena di Pulau Pombo ini merupakan habitat bagi hewan endemik Maluku yaitu burung Pombo.
Para Penelusur yang ingin ke Pulau Nusa Pombo ini ga usah khawatir, karena akses menuju kesana juga tidak sulit, dari kota Ambon menuju ke Tulehu dengan lama perjalanan sekitar 1 jam dengan kendaraan bermotor. Dari Tulehu atau jika dari Pantai Liang dilanjut menggunakan speedboat menuju pulau Pombo sekitar 20 menitan. Tetapi disini sama sekali tidak terdapat penginapan apalagi hotel. Satu-satunya tempat untuk mencari penginapan dan hotel adalah di Kota Ambon yang hanya berjarak sekitar 1 jam dari Pulau Pombo. Dan jika Para Penelusur ingin berkemah di pulau ini maka dianjurkan untuk membawa seluruh perlengkapan mulai dari pakaian ganti, perlengkapan snorkeling dan menyelam, makanan dan minuman, hingga obat-obatan.
Para Penelusur juga harus tau nih, kalau ternyata Pulau Nusa Pombo ini menyimpan kekayaan laut yang mempesona bagi Para Penelusur. Sehingga disini dapat menyelam dan menikmati pesona wisata bawah laut yang sekaligus menjadi cagar alam mini di Kabupaten Maluku Tengah ini. Biota laut yang terdapat di kawasan ini meliputi berbagai jenis ikan, kerang, rumput laut, beragam terumbu karang, dan moluska yang berada dalam lindungan pemerintah seperti kima, lola, bia gengge dan triton trompet. Selain memiliki kekayaan laut yang mempesona, kawasan Pulau Pombo juga telah dijadikan lokasi penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan budidaya alam bawah laut. Air laut di kawasan ini sangat jernih sehingga dasar lautnya pun dapat terlihat. Sehingga para pecinta diving akan dapat melihat keindahan terumbu karang dihiasi ikan yang melintas diantaranya. Hamparan laut biru yang jernih dan pasir putih di sepanjang pantai juga akan memanjakan mata para penelusur dan membuat berasa di surga Maluku. Tak hanya itu, atol dan rangkaian batu karang besar dan kecil mendominasi kawasan laut di Pulau Pombo. Saat air laut surut, rangkaian batu-batu karang tersebut akan muncul ke permukaan dan membentuk sebuah pemandangan yang mempesona setiap wisatawan yang menyaksikannya.
Ayo tunggu apalagi? buruan datang dan nikmati keindahan Pulau Nusa Pombo yang seperti surga ini. Di Pulau Pombo selain Diving juga bisa melakukan snorkling yang sudah tersedia fasilitasnya disana. Keadaannya yang masih sepi membuat keindahan dan kealamian Nusa Pombo ini tetap terjaga. Berikut beberapa gambar khusus untuk Para Penelusur.

Wisata Ke Pulau Nusa Pombo Serasa Menikmati Surganya Maluku
Sumber: wikimapia.org
Wisata Ke Pulau Nusa Pombo Serasa Menikmati Surganya Maluku
Sumber: wisataindonesia.biz
Wisata Ke Pulau Nusa Pombo Serasa Menikmati Surganya Maluku
Sumber: batukel.blogspot.com
Wisata Ke Pulau Nusa Pombo Serasa Menikmati Surganya Maluku
Sumber: www.indonesia.travel
Wisata Ke Pulau Nusa Pombo Serasa Menikmati Surganya Maluku
Sumber: infojakarta.net

Buat Para Penelusur, jika kalian suka dengan artikel ini tolong kasih comment dan share ya siapa tau teman-temanmu belum tau tempat wisata ini, sekalian membantu memajukan pariwisata indonesia :)
Bagaimana? tertarik untuk liburan ke Pulau Nusa Pombo dengan wisatanya yang mempesona ini?
Ayo ajak keluarga, teman, pacar, atau siapalah untuk kesini!!


SUMBER: http://www.telusurindonesia.com/pulau-nusa-pombo.html