Minggu, 29 November 2015

indahnya pantai pulau derawan kaltim


Indahnya Pantai Pulau Derawan Kaltim


Salah satu obyek wisata yang indah di wilayah Kalimantan Timur adalah menyusuri pantai di pulau Derawan. Dalam beberapa tahun terakhir tempat ini mencuat sebagai salah satu primadona liburan ke pantai eksotis di Indonesia. Obyek yang menarik baik dari sisi taman laut dengan koral cantik, pasir putih yang lembut dan tentu saja jelajah alam pulau yang mempesona yang menjadikan wilayah kepulauan ini sangat memikat. Keindahan apakah yang dapat dieksplorasi? Bagaimana menuju ke obyek ini? Dan dimana lokasinya? Berikut ini ulasan menarik yang dapat dijadikan pedoman bagi anda yang ingin berlibur ke wilayah Derawan di Kaltim.
derawanAdapun keindahan pantai Derawan yang dapat anda nikmati meliputi kegiatan menyelam maupun snorkeling. Meninjau penangkaran Penyu Sisik dan Hijau, ubur-ubur jinak serta biota lainnya termasuk terumbu karang yang cantik adalah hal utama yang dapat anda nikmati. Khusus ubur-ubur jinak yang sering ditayangkan oleh media televisi berada di danau Kakaban. Ada 4 pulau yang cukup popular, yaitu Derawan, Maratua, Kakaban dan Sangalaki. Keempatnya masuk ke dalam kabupaten Berau (di sinilah biasanya basecamp anda menginap). Kami sarankan anda mengambil paket tour yang lengkap yang banyak disediakan oleh travel agent. Karena jika anda ingin private, maka biaya yang ditanggung menjadi bengkak terutama biaya berkeliling kepualauan indah ini dengan motor boat.
kepulauan derawan berauJalur yang umum digunakan oleh wisatawan dari luar Kalimantan adalah dengan menggunakan pesawat via Sepinggan Balikpapan, dan disambung dengan pesawat kecil ke bandara Kalimarau di Berau. Saat ini sedang tahap pembangunan bandara di Berau agar dapat disinggahi pesawat berbadan lebar. Dan alternatif lain adalah via Tarakan yang disambung dengan speed boat. Alternatif terakhir ini akan membutuhkan biaya yang cukup tinggi dan waktu tempuh perjalanan anda ke pulau Derawan menjadi lebih lama. Sesampainya di bandara, perjalanan anda masih dilanjutkan dengan menggunakan mobil (taksi) menuju Tanjung Batu untuk menyeberang ke kepulauan eksotis dengan menggunakan speed boat. Selain di sekitar Berau, di wilayah kepulauan ini juga banyak tersedia resort dan hotel. Saran terbaik, bermalamlah lebih dari 2 hari di wilayah ini agar perjalanan liburan anda menjadi lengkap mengunjungi obyek wisata pantai di Berau ini.
Jika anda ingin mempelajari letak pulau Derawan dengan pantai pasir putihnya yang menawan, silakan pelajari melalui peta di bawah ini. Obyek ini adalah tempat wisata yang wajib anda kunjungi di Kalimantan. Selamat berlibur bagi anda dan keluarga.
SUMBER:https://www.wisatania.com/indahnya-pantai-pulau-derawan-kaltim
 Taman Nasional Bantimurung, Sulawesi Selatan (Indonesia)
Taman Nasional Bantimurung mempunyai pemandangan alam yang paling indah. Karena di taman nasional ini, terdapat sumber air yang tidak pernah kering. Sehingga berbagai jenis tanaman dapat bertahan di saat musim kemarau yang panjang.

SUMBER:http://101jakfm.com/details/3461/20-keindahan-alam-indonesia-yang-mendunia-banggaindonesia

Pantai Indrayanti Gunungkidul, Satu yang Romantis dari Jogja




Pantai Indrayanti Gunungkidul, Satu yang Romantis dari Jogja

Pantai Indrayanti Gunungkidul, inilah satu lagi wisata pantai di Yogyakarta yang patut Anda kunjungi dari Kabupaten Gunungkidul. Pantai Indrayanti, begitu masyarakat lokal ataupun kalangan wisatawan menyebut pantai yang indah dan romantis ini.
Nama pantai ini terdengar sedikit aneh, sebab namanya lebih mirip nama wanita Jawa. Pantai yang terletak di Dusun Ngasem, Desa Tepus, Gunungkidul ini berdekatan juga dengan destinasi populer lainnya di Gunungkidul Jogja, seperti Pantai Baron dan Pantai Krakal.
Lokasi Pantai Indrayanti Gunungkidul terletak tepat di sisi timur Pantai Sundak. Keduanya dibatasi oleh perbukitan karang. Pantai Indarayati menawarkan keindahan panorama yang unik dibanding pantai-pantai lain di Gunungkidul. Tidak hanya bentang pasir putih yang mempesona atau megahnya perbukitan batuan karang, jernihnya air laut yang terlihat biru bersih seolah mengajak para wisatawan untuk berenang dan berbaur di dalamnya.
Keadaan alami dan bersih di Pantai Indrayanti
Keadaan alami dan bersih di Pantai Indrayanti Gunungkidul
Air laut di Pantai Indrayanti ini memang sungguh bersih, jernih, dan alami karena belum terkontaminasi oleh aneka limbah. Inilah sebab para penikmat perjalanan selalu menyukai untuk berenang dan bermain-main air di Pantai Indrayanti tersebut.
Baca juga: Inilah 13 Spot Wisata Gunungkidul Jogja Paling Populer
Alamat Pantai Indrayanti: Desa Tepus, Kecamatan Tepus, Kab. Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Peta Lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: -8.15022,110.612004

Kisah Dibalik Nama Pantai “Indrayanti”

Pemberian nama Pantai Indarayanti Gunungkidul ini diambil dari nama pemilik sebuah restoran yang ada di kawasan tersebut. Hal ini berawal dari papan nama “Indrayanti” yang terpampang di depan restoran sehingga kemudian orang lebih mengenal pantai tersebut sebagai Pantai Indrayanti.
Resto-Cafe Indrayanti
Resto-Cafe Indrayanti
Pemberian nama ini sempat mengundang kontroversi karena pemerintah Kabupaten Gunungkidul telah memberi nama pantai tersebut, yaitu Pantai Pulang Syawal. Tetapi, nama Indrayanti terlanjur familiar di telinga masyarakat lokal maupun wisatawan. Pada akhirnya, pantai di Yogyakarta yang terkenal paling bersih ini lebih populer dengan sebutan Pantai Indrayanti.
Peran aktif pihak swasta yang turut ambil bagian dalam pengelolaan Pantai Indrayanti Gunungkidul cukup membawa dampak positif. Hal ini dapat terlihat dari keseluruhan kawasan pantai yang terja kebersihannya, bahkan hingga sepanjang garis pantai bebas dari sampah.
Hal ini bukan tanpa sebab. Pihak pengelola pantai tak segan-segan menjatuhkan denda atau hukuman pada para pengunjung yang membuang sampah sembarangan. Inilah salah satu alasan di balik kebersihan Pantai Indarayanti Yogyakarta tersebut.
Baca juga: Inilah 12 Tempat Wisata di Jogja Paling Terkenal
Air laut Pantai Indrayanti yang jernih
Air laut Pantai Indrayanti Gunungkidul yang jernih
Kenyamanan dan kebersihan adalah misi pengelola untuk menjaga agar kawasan wisata Pantai Indrayanti tidak kotor. Sebuah hal yang tentu saja patut diteladani oleh banyak kawasan wisata alam dan pantai di Indonesia. Ini turut pula menumbuhkan dan meningkatkan kesadaran diri para wisatawan untuk tidak hanya memuaskan ego wisata semata, tetapi ikut serta menjaga kebersihan alam.

Kuliner di Pantai Indrayanti Gunungkidul

Tak kalah dengan Pantai Parangtritis atau Malioboro yang lengkap dengan hidangan kulinernya, objek wisata Pantai Indrayanti Gunungkidul juga menawarkan serangkaian hidangan yang menggugah selera.
Kegiatan wisatawan di Pantai Indrayanti Gunungkidul
Kegiatan wisatawan di Pantai Indrayanti Gunungkidul
Di kawasan ini, Anda tidak hanya dimanjakan oleh keindahan wisata pantai, tetapi juga dapat secara leluasa menikmati aneka kuliner yang ada di sana. Anda dapat menemukan sajian nasi goreng, bakso, soto, Gudeg, dan lain-lainnya. Tetapi tentu saja menu yang disajikan lebih didominasi oleh hidangan laut mengingat lokasinya yang berada di kawasan pantai.
Salah satu villa di Pantai Indrayanti
Salah satu villa di Pantai Indrayanti Gunungkidul
Tak hanya cafe dan restoran yang melengkapi pesona Pantai Indrayanti Gunungkidul, juga terdapat sejumlah penginapan bagi Anda yang ingin menghabiskan waktu liburan di pantai berombak cukup tenang ini. Mulai dari café, restoran, hingga penginapan di Pantai Indrayanti, semuanya didesain menghadap ke arah pantai. Inilah sebab pengalaman bersantap dan beristirahat terasa sungguh menyenangkan di sana.
Baca juga: 6 Oleh-Oleh Khas Jogja Paling Favorit

Nuansa Romantis di Pantai Indrayanti

Saat malam hari tiba, Pantai Indarayanti Gunungkidul mampu menghadirkan suasana yang berbeda. Gazebo-gazebo yang berjajar di pinggir pantai terlihat sungguh indah dengan diterangi kerlip redup sinar lampu.
Jika Anda datang bersama dengan kekasih atau pasangan, Anda dapat temukan nuansa romantisme yang kental di kawasan pantai tersebut. Pengalaman ini terasa lengkap saat bersantap malam bersama orang tercinta, ditemani sepoi angin laut dan suara ombak. Sungguh sebuah memori indah!
Gazebo di Pantai Indrayanti
Gazebo di Pantai Indrayanti Jogjakarta
Selepas menikmati sajian kuliner di cafe atau restoran yang ada di Pantai Indrayanti, Anda dapat mencoba pengalaman lain dengan berjalan menuju bukit di arah timur. Di sini tidak ada jalan khusus, artinya Anda harus sedikit ekstrim dengan menerobos semak dan perdu serta sesekali memanjat karang. Mungkin akan sedikit melelahkan, tetapi ketahuilah bahwa semua akan terbayar tuntas tatkala Anda tiba di puncak bukit tersebut.
Dari puncaknya, Anda dapat menyaksikan bentang Samudera Hindia yang begitu luas terhampar sepanjang horizon yang terlihat. Burung camar sesekali terbang melintas dengan paruh membawa ilalang untuk membuat sarang diselingi desau angin laut dan deru ombak, sungguh laksana orchestra alam yang sungguh menawan hati. Indah dan menenangkan. Saat senja tiba, di sinilah spot terbaik untuk mendapatkan sunset di Pantai Indrayanti yang paling menawan.
Sunset di Pantai Indrayanti
Sunset di Pantai Indrayanti
Baca juga: Ini 6 Spot Menarik Wisata Kaliurang di Kaki Merapi Jogja

Rute Perjalanan ke Pantai Indrayanti

Untuk menuju Pantai Indrayanti Gunungkidul, perjalanan terbilang mudah karena jalan telah beraspal halus. Tetapi Anda tetap disarankan untuk membawa kendaraan sendiri atau menyewa kendaraan, sebab dari pusat kota Yogyakarta masih belum tersedia angkutan umum yang dapat mengantarkan Anda ke lokasi Pantai Indrayanti.
Jika Anda memulai perjalanan dari pusat kota Jogja, maka rute yang harus ditempuh adalah sebagai berikut:
YOGYAKARTA >> Piyungan >> Patuk >> Sambipitu >> Arah Hutan Bunder >> Gading >> Logandeng >> Siyono >> Bundaran Tugu BPD >> Jln. Kyai Legi >> Jln. Lingkar Selatan >> Jln. KRT Djojodinigrat >> Jln. Girisubo >> WONOSARI >> Jln. Saptosari >> Tepus >> (sebelum masuk Pantai Baron ambil ke timur arah Pantai Sundak >> Somandeng >> PANTAI INDRAYANTI
                  SUMBER:http://www.initempatwisata.com/wisata-indonesia/jogjakarta/pantai-indrayanti-gunungkidul-satu-yang-romantis-dari-jogja/3348/   





3 Komentar

  • Pernah ke pantai indrayanti ombak nya mantap tmpt nya romantis dan masih alam bgt, tpi pulang2 lecet semua karna masih ada terumbu karang buat yg mau kesana pake celana atau leging panjang rekomendasi ku sih klo yg mau tetep mulus dan nikmatin indahnya indrayanti

Tulis Komentar



Wisata Candi Mendut di Magelang, Napak Tilas Budaya Masa Lampau




Wisata Candi Mendut di Magelang, Napak Tilas Budaya Masa Lampau

Wisata Candi Mendut

Objek wisata Candi Mendut menyimpan kisah unik yang cukup menarik. Candi Buddha yang berjarak dekat dengan Candi Borobudur ini adalah salah satu destinasi yang banyak dikunjungi para penyuka budaya dan sejarah zaman dulu.
Berbagai candi yang merupakan peninggalan sejarah adalah bukti kejayaan masa lalu yang tersebar di pelosok nusantara, termasuk di Yogyakarta dan daerah sekitarnya.
Candi Mendut dibangun oleh Dinasti Syailendra, yaitu Raja Indra. Bukti sejarah ini dapat dilihat dari Prasasti Kayumwungan yang pernah ditemukan di Karangtengah.
Secara administratif, kawasan wisata Candi Mendut berada dalam wilayah Provinsi Jawa Tengah yang terletak di Desa Mendut, Kabupaten Magelang. Tetapi pada umumnya, banyak kalangan wisatawan menyebutnya sebagai Candi Mendut Yogyakarta.
Sebagaimana candi-candi kebanyakan, Candi Mendut juga berbentuk persegi empat lengkap dengan hiasan beberapa stupa kecil. Meskipun terletak dalam satu garis lurus, konon Candi Mendut lebih dulu dibangun sebelum Candi Borobudur. Jika Candi Borobudur lurus menghadap matahari terbit, sebaliknya justru pintu Candi Mendut menghadap ke barat.
Bangunan Candi Mendut menghadap ke arah barat
Bangunan Candi Mendut menghadap ke arah barat via mirnarizka.wordpress.com

Candi Mendut Kaya Pesan Moral

Dilihat dari kejauhan, Candi Mendut tampak begitu anggun namun sangat kokoh berdiri di atas kaki candi setinggi 3,7 meter.
Saat mengitari kaki candi, Anda akan menemukan sejumlah panel relief tentang fabel (cerita binatang), seperti kisah “Burung dan Kura-kura”, “Brahmana dan Kepiting”, juga “Kera dan Burung Manyar”.
Salah satu relief Candi Mendut
Salah satu relief Candi Mendut via veronikadiahkusumawati.blogspot.com
Sekilas relief-relief tersebut diperuntukkan bagi cerita anak-anak. Tetapi sebenarnya relief-relief ini memberi gambaran kisah Jataka dengan pesan moral yang begitu kental bagi wisatawan yang datang ke Candi Mendut.
Saat naik ke badan candi, maka Anda akan menjumpai 8 relief Bodhisattva dengan beragam sikap tangan. Ukuran relief ini lebih besar dibandingkan dengan panel relief yang ada di Candi Borobudur.
Saat masuk ke bilik candi, Anda akan mencium aroma wangi bunga bercampur hio di antara 3 buah arca setinggi masing-masing 3 meter. Arca-arca berukuran besar ini adalah arca Dyani Buddha Cakyamuni (Vairocana), arca Budha Avalokitesvara (Lokesvara), dan arca Bodhisatva Vajrapani.
Tiga arca Buddha di bagian bilik Candi Mendut
Tiga arca Buddha di bagian bilik Candi Mendut via wisatawanalam.blogspot.com
Arca Budha Avalokitesvara tepat berada di tengah dua arca lainnya dengan posisi duduk. Ketiga arca ini dibuat dari batuan utuh dan dipahat sedemikan cermat dan penuh kehati-hatian sehingga terlihat sungguh mengagumkan.
Setelah puas mengeksplorasi bagian bilik Candi Mendut, Anda dapat meninggalkan gerbang candi dan akan melewati sejumlah kios souvenir yang menjual aneka pernak-pernik. Anda dapat membeli beberapa souvenir atau cinderamata untuk sahabat atau keluarga di rumah.
Jalan menuju bangunan Buddhist Monastery Mendut
Jalan menuju bangunan Buddhist Monastery Mendut via jacqkie.blogspot.com
Tak jauh dari kompleks Candi Mendut ini, terlihat bangunan Buddhist Monastery yang terbuka untuk umum di mana terdapat kolam berhiaskan bunga-bunga teratai yang bermekaran indah.
Pada jalan masuk menuju Buddhist Monastery, terdapat beberapa stupa dengan posisi berjajar. Sungguh sebuah pemandangan yang seolah membawa Anda kembali ke masa di abad ke-12 dimana nuansa sakral dan religius terasa begitu dominan.
Alamat Candi Mendut: Jl. Mayor Kusen, Kota Mungkid, Magelang, Jawa Tengah
Peta Lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: -7.605010,110.230455

Ritual Chanting di Candi Mendut

Di areal Buddhist Monastrery ini, setiap malam dilakukan ritual Canthing atau semacam meditasi. Uniknya ritual atau meditasi dilakukan dengan cara mendengarkan alunan musik dan nyanyian-nyanyian tertentu.
Meskipun ritual ini hanya dilakukan oleh mereka yang beragama Buddha, para wisatawan juga diperbolehkan mengikuti ritual Chanting.
Meditasi di Buddhist Monastrery Mendut
Meditasi di Buddhist Monastrery Mendut via einaudi.cornell.edu
Jika Anda ingin menyaksikan atau mengikuti ritual ini, datanglah sebelum pukul 7 malam karena ritual Chanting biasanya dilakukan pada waktu pukul 7-8 malam.
Sesungguhnya, ritual chanting ini adalah momen puncak saat Anda ke kawasan wisata Candi Mendut. Inilah kesempatan dimana Anda dapat merasakan dan larut serta dalam puja-puji pada Sang Pencipta.

Vihara Buddha Mendut

Jika Anda berjalan ke sisi utara kompleks Candi Mendut, Anda akan menemukan Vihara Buddha Mendut. Konon Vihara Buddha ini sebenarnya adalah area biara Katholik, namun pada tahun 1950-an tanah di aera tersebut dibagi-bagikan kepada rakyat.
Selanjutnya tanah-tanah rakyat ini dibeli oleh satu yayasan Buddha untuk kemudian dibangun sebuah Vihara di atasnya.
Kompleks Vihara Buddha Mendut
Kompleks Vihara Buddha Mendut via edisusilo.com
Di dalam Vihara Buddha Mendut, terdapat sejumlah patung Buddha, taman, serta tempat beribadah. Beberapa fasilitas yang ada di Vihara ini sebagian adalah sumbangan dari negara Jepang.



SUMBER:http://www.initempatwisata.com/wisata-indonesia/magelang/wisata-candi-mendut-di-magelang-napak-tilas-budaya-masa-lampau/3754/

Pantai Jogan Gunungkidul, Keunikan Air Terjun yang Mempesona


Pantai Jogan Gunungkidul, Keunikan Air Terjun yang Mempesona

Pantai Jogan Gunungkidul

Perlu diketahui bahwa di antara puluhan wisata pantai di Yogyakarta, Pantai Jogan Gunungkidul merupakan satu-satunya pantai yang paling unik. Dengan kata lain, ada sebuah keistimewaan dari pantai ini yang tidak dimiliki oleh sederet pantai yang membentang di pesisir Gunungkidul ataupun daerah lain di Yogyakarta.
Bagaimana tidak, di Pantai Jogan Anda dapat menemukan aliran air terjun yang tepat berada di bibir laut yang mungkin tidak akan dapat dijumpai di daerah manapun di Indonesia.
Adalah pesona yang mengundang decak kagum ketika Anda menyaksikan satu karya alam dimana air terjun jatuh ke bibir laut dari balik bukit karst yang tersembunyi.
Mengunjungi sejumlah obyek wisata di Yogyakarta akan menorehkan kisah perjalanan yang berkesan kuat. Bukan hanya destinasi yang erat kaitannya dengan budaya dan peninggalan sejarah, kekayaan Yogyakarta akan wisata pantai adalah cerita tersendiri kala Anda mengunjungi pantai-pantai indah yang ada di sana.
Mulai dari Pantai Parangtritis hingga menikmati panorama indah di Pantai Indrayanti, Pantai Baron, dan termasuk Pantai Jogan Gunungkidul ini. Untuk dapat masuk, Anda hanya perlu membayar tiket masuk Pantai Jogan sebesar Rp 5 ribu per orang, belum termasuk biaya parkir kendaraan untuk roda dua atau roda empat dan bis.
Alamat Pantai Jogan: Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kab. Gunungkidul, Yogyakarta
Peta lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: -8.1800747,110.6763631
Baca juga: Inilah 12 Tempat Wisata di Jogja Paling Terkenal

Pantai Jogan Gunungkidul

Posisi Pantai Jogan boleh dikatakan mirip dengan peraduan di mana keberadaannya diapit oleh perbukitan kapur dengan ciri khas tebing-tebing yang tinggi. Ketinggian air terjun yang jatuh dari tebing menuju bibir laut sejenak akan mengingatkan kita pada panorama indah McWay Beach Waterfall di California.
Air terjun di Pantai Jogan Gunungkidul
Air terjun di Pantai Jogan Gunungkidul
Beberapa tahun lalu, keindahan Pantai Jogan Gunungkidul ini belum begitu terekspos sehingga tak banyak wisatawan asing maupun lokal yang datang ke tempat ini. Lokasi Pantai Jogan sendiri tepat berada di arah barat dari Pantai Siung Gunungkidul. Pantai Siung juga terkenal, terutama bagi para penikmat eksibisi, karena tebing-tebingnya yang tinggi adalah surga bagi para pemanjat.
Baca juga: Inilah 13 Spot Wisata Gunungkidul Jogja Paling Populer
Setelah melewati jalan beraspal dan tiba di kawasan wisata pantai ini, Anda akan melewati jalan setapak dengan dua buah sungai kecil di sisi kiri yang nantinya akan menyatu membentuk air terjun. Namun sayang, keindahan air terjun di Pantai Jogan Gunungkidul ini sesungguhnya paling menarik tatkala disaksikan di musim penghujan. Saat musim kemarau, debit air terbilang sangat rendah selain pula aliran airnya dipergunakan untuk kebutuhan masyarakat lokal.
Jika Anda ingin merasakan nikmatnya guyuran air terjun dari atas tebing, Anda harus turun mengikuti jalan setapak. Harap menjaga kehati-hatian sebab jalan biasanya cukup licin karena selalu basah. Anda dapat menggunakan kayu-kayu pegangan yang telah disediakan untuk menopang tubuh.
Menuruni tebing di Pantai Jogan
Menuruni tebing di Pantai Jogan
Setelah batuan curam dan licin terlewati, Anda masih harus melewati batuan karang yang penuh dengan anak kepiting dengan warnanya yang transparan. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, sebab anak kepiting ini bukanlah dari koloni kepiting merah berbahaya sebagaimana yang menghuni Christmas Island di Australia. Umumnya, penduduk lokal gemar mengambil anak kepiting tersebut untuk dimasak menjadi lauk saat musim hujan tiba.
Selain itu, masih ada ada cara lain untuk menuruni tebing, yakni dengan tehnik Canyoning (rappeling) air terjun. Hanya saja, Anda harus menggunakan peralatan yang cukup dan memiliki kemampuan yang memadai. Jika beruntung, Anda dapat menyaksikan ratusan kupu-kupu liar yang bermain-main di bebatuan yang kering.
Gemuruh air terjun di Pantai Jogan Gunungkidul
Gemuruh air terjun di Pantai Jogan Gunungkidul
Setelah menuruni jalanan yang licin dan curam serta ribuan anak kepiting liar yang menghuni batuan karang, Anda akan dapat menikmati keajaiban Pantai Jogan Gunungkidul yang menawan.
Sejauh mata memandang horizon di depan, langit senja di atas Samudera Hindia sungguh terlihat menakjubkan dan Anda dapat menjadi saksi eloknya Poseidon menghempas gululungan ombak dan melemparnya ke pantai. Sementara di belakang sana, gemuruh suara air terjun seolah mendendangkan orkestra alam yang menaikkan puji-pujian atas mahakarya Sang Pencipta.
Panorama Pantai Jogan Gunungkidul
Panorama Pantai Jogan Gunungkidul
Suara air terjun ini terdengar bergemuruh di telinga, tetapi inilah momen terbaik di mana Anda dapat menikmati percikan airnya sebelum akhirnya menyatu di laut. Keindahan alam yang mempesona serta panorama langit yang begitu indah adalah suguhan yang dapat Anda nikmati di kawasan wisata Pantai Jogan Gunungkidul ini, seolah membantah anggapan bahwa Kabupaten Gunungkidul adalah wilayah yang gersang.
Baca juga: Inilah 12 Tempat Wisata Pantai di Jogja Paling Menarik

Hotel di Pantai Jogan Gunungkidul

Anda dapat mencari hotel atau penginapan dekat Pantai Jogan Gunungkidul secara online guna memastikan ketersediaan kamar. Salah satu online booking yang populer adalah AGODA.
Baca juga: Inilah 5 Hotel Murah di Jogja Paling Disukai

Rute Perjalanan ke Pantai Jogan Gunungkidul

Pantai Jogan Gunungkidul terletak di Desa Purwodadi atau berjarak sekitar 70 kilometer dari pusat kota Yogyakarta. Anda memerlukan waktu perjalanan sekitar 2 jam untuk dapat tiba di lokasi Pantai Jogan ini. Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil atau motor dan menyusuri jalanan aspal yang terbilang mulus. Namun, perlu berhati-hari sebab jalanan berkelok-kelok. Ketika Anda telah tiba di Pos Retribusi Pantai Siung, itu artinya perjalanan Anda tinggal 400 meter lagi untuk dapat sampai di Pantai Jogan. Anda dapat mengikuti petunjuk arah yang tersedia di kawasan tersebut.
Jika Anda ingin menggunakan transportasi umum, maka Anda dapat berangkat dari terminal Giwangan Yogyakarta dengan mengambil bis jurusan Wonosari, selanjutnya berganti angkutan yang akan mengantarkan Anda menuju Desa Tepus atau arah Pantai Siung.

 http://www.initempatwisata.com/wisata-indonesia/jogjakarta/pantai-jogan-gunungkidul-keunikan-air-terjun-yang-mempesona/3395/
SUMBER:

Goa Jomblang Gunungkidul, Pesona Cahaya Surga hingga Hutan Purba


Goa Jomblang Gunungkidul, Pesona Cahaya Surga hingga Hutan Purba

Goa Jomblang Gunungkidul
Goa Jomblang Gunungkidul adalah contoh nyata bagaimana wisata Jogja mampu menjadi daya tarik luar biasa bagi para wisatawan yang menyukai petualangan di alam. Di sini kita tidak sedang membahas Yogyakarta yang identik dengan Malioboro atau Keraton, tetapi Yogyakarta dari sudut lain berupa wisata alam yang tidak kalah menantang.
Goa Jomblang Gunungkidul memiliki pesona alam yang menarik, terutama bagi mereka yang menyukai petualangan atau tantangan. Wisata Goa Jomblang mampu menyuguhkan Anda pengalaman wisata yang memacu keras adrenalin.
Ketangguhan Goa Jomblang sebagai area uji adrenalin juga telah diakui dunia internasional. Hal ini terbukti dengan diselenggarakannya event “Amazing Race America” pada tahun 2011 silam di mana Goa Jomblang di Jogjakarta dipakai untuk salah satu rute pada event tersebut.
Goa Jomblang Gunungkidul termasuk jenis goa vertikal dengan tipe “Collapse Doline” yang terbentuk dari peristiwa amblasnya tanah ke dasar bumi beserta vegetasinya pada ribuan tahun lampau. Runtuhan dari peristiwa alam tersebut akhirnya membentuk “sinkhole” atau sumuran menganga, yang dalam bahasa Jawa lebih populer disebut Luweng. Karena memiliki mulut goa yang luas dan cukup besar (kurang lebih 50 meter), maka mulut Goa Jomblang sering juga disebut Luweng Jomblang.
Teknik menuruni Goa Jomblang
Teknik menuruni Goa Jomblang
Selain membutuhkan keberanian tinggi, untuk menelusuri Goa Jomblang Gunungkidul juga diperlukan penguasaan teknik Single Rope Technique (SRT) atau tali tunggal. Siapapun yang mengadakan kegiatan caving di Goa Jomblang ini wajib untuk mengenakan peralatan khusus yang memenuhi standar keamanan caving sebelum menyusuri goa vertikal ini. Selain teknik SRT, Anda juga wajib didampingi oleh ahli atau penelusur goa berpengalaman.
Baca juga: Inilah 13 Spot Wisata Gunungkidul Jogja Paling Populer
Goa Jomblang Gunungkidul memiliki ketinggian beragam, mulai dari 40 meter hingga 80 meter dari bibir ke dasar goa. Jika Anda baru pertama kali berpetualang di goa vertikal ini, direkomendasikan untuk mencoba yang paling pendek terlebih dulu.
Lintasan paling pendek disebut sebagai lintasan VIP, di mana 15 meter pertama teras VIP berupa slope masih dapat dilalui dengan berjalan kaki. Namun setelah itu, lintasan berikutnya harus dilalui menggunakan tali dimana Anda harus menuruni tali sepanjang lebih dari 20 meter hingga mencapai dasar goa. Setelah menjejakkan kaki di dasar goa, rasa was-was selama menuruni tali dapat dipastikan akan hilang seketika.
Menelusuri Goa Jomblang Gunungkidul
Menelusuri Goa Jomblang Gunungkidul
Untuk dapat menikmati pengalaman caving di Goa Jomblang ini, Anda dapat mengambil paket cave tubing yang disediakan oleh sejumlah kelompok penikmat caving yang ada di sana. Pada umumnya, biayanya mencapai sekitar Rp 450 ribu selama berpetualang. Biaya ini sudah termasuk antar jemput dari Wonosari – Semanu (lokasi Goa Jomblang), soft drink, makan siang, dan biaya sewa peralatan masuk goa.
Jika Anda datang dalam rombongan, sebaiknya jumlah anggota tidak lebih dari 25 orang. Pihak pengelola goa membatasi jumlah peserta maksimal hanya 25 orang saja untuk sekali masuk. Selain Goa Jomblang, di Jogja masih ada pula destinasi wisata goa lainnya yang tak kalah menarik, yakni Goa Pindul.
Alamat Goa Jomblang: Padukuhan Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kec. Semanu, Kab. Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Peta Lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: -8.028667,110.638361
Baca juga: Goa Pindul Jogja, Satu Permata Wisata Goa yang Menawan

Pesona Goa Jomblang Gunungkidul

Setelah menuruni terjalnya Goa Jomblang, Anda akan disuguhi pemandangan yang luar biasa. Jika di bagian atas Goa Jomblang Gunungkidul ini Anda hanya dapat menyaksikan hamparan perbukitan Karst dan pepohonan jati yang meranggas, maka sebaliknya saat di dasar Goa Jomblang Anda akan menyaksikan hamparan hutan hijau yang luas dan subur.
Pemandangan bagian atas Goa Jomblang
Pemandangan bagian atas Goa Jomblang
Mulai dari tumbuhan semak, paku-pakuan, aneka jenis lumut, hingga pepohonan besar berdiri rapat seolah-olah menghadirkan nuansa surga yang sungguh jauh bertolak belakang dengan kehidupan di atas permukaan tanah. Hutan hijau ini lebih dikenal dengan sebutan hutan purba. Sejak amblasnya tanah ke dasar bumi, vegetasi hutan terus bertumbuh dengan subur hingga sekarang.
Petualangan di Goa Jomblang Gunungkidul ini tidak hanya hanya berhenti pada dasar goa saja. Perjalanan akan dilanjutkan ke Luweng Grubung dengan terlebih dulu memasuki mulut goa (entrance) yang berukuran besar.
Pintu masuk Goa Jomblang
Pintu masuk Goa Jomblang
Antara Jomblang dan Grubung terhubung melalui sebuah lorong dengan panjang sekitar 300 meter. Di sepanjang lorong ini, Anda dapat menikmati ragam ornamen indah seperti stalagmit, stalagtit, dan batu kristal yang mempesona. Tak lama berselang, Anda akan menyaksikan seberkas cahaya terang di tengah gemuruh aliran sungai. Inilah yang oleh para penikmat cave tubing terkenal dengan sebutan “Cahaya Surga” di Goa Jomblang Jogja.
Cahaya Surga di Goa Jomblang Gunungkidul
Cahaya Surga di Goa Jomblang Gunungkidul
Pemandangan menakjubkan ini sungguh mempesona, menyaksikan air sungai bawah tanah yang mengalir deras diselingi cahaya matahari yang masuk melalui Luweng Grubung dari ketinggian 90 meter menghasilkan satu tiang cahaya yang sungguh luar biasa indahnya. Terlebih lagi ketika cahaya tersebut menyinari keindahan flowstone dan gelapnya dasar goa, sungguh sangat berkesan.
Baca juga: Ini 6 Spot Menarik Wisata Kaliurang di Kaki Merapi Jogja

Hotel di Goa Jomblang Gunungkidul

Pada umumnya, wisatawan akan mengambil tempat menginap di Wonosari. Wonosari adalah ibukota Kabupaten Gunungkidul di Provinsi Yogyakarta. Meski terdapat sejumlah hotel, tetapi pilihan menginap yang populer adalah guest house di Gunungkidul agar jarak tempuh ke lokasi goa lebih dekat, misalnya Orlinds Joglo Guesthouse, Orlinds Basule Guest House, The New Orlinds Guest House, dan Orlinds Rambutan Guesthouse.
Anda dapat mencari hotel atau penginapan dekat Goa Jomblang secara online guna memastikan ketersediaan kamar. Salah satu online booking yang populer adalah AGODA.
Baca juga: Inilah 5 Hotel Murah di Jogja Paling Disukai

Rute Perjalanan ke Goa Jomblang

Untuk dapat tiba di Goa Jomblang Gunungkidul, rute perjalanan yang harus ditempuh tidaklah begitu sulit. Dari pusat kota Jogja, perjalanan ke lokasi hanya menempuh jarak sekitar 50 kilometer dengan memakan waktu kurang lebih 1 jam. Wisata ke Goa Jomblang bisanya disajikan dalam bentuk paket tour, dengan demikian Anda akan dijemput dan tentu saja difasilitasi perlengkapan sesuai standar untuk dapat menelusuri “Cahaya Surga” di Goa Jomblang tersebut.
 
SUMBER:http://www.initempatwisata.com/wisata-indonesia/jogjakarta/goa-jomblang-gunungkidul-pesona-cahaya-surga-hingga-hutan-purba/3339/ 

Goa Gong Pacitan, Pesona Goa Terindah di Asia Tenggara



Goa Gong Pacitan, Pesona Goa Terindah di Asia Tenggara

Goa Gong Pacitan
Goa Gong Pacitan di Jawa Timur adalah salah satu tempat wisata di Pacitan yang populer dan memegang predikat sebagai wisata goa terindah se-Asia Tenggara. Pesona Goa Gong Pacitan ini bersumber dari panorama indah stalaktit dan stalagmit yang dapat Anda temui tatkala menyusuri goa tersebut selama kurang lebih 2 jam.
Secara geografis, Kabupaten Pacitan terletak di wilayah barat daya Jawa Timur, memiliki bentang alam yang tersusun dari pengunungan kapur yang kurang subur untuk dijadikan lahan pertanian. Kandungan hara yang dimiliki tanah di wilayah Pacitan ini termasuk sedikit, dengan demikian kriteria tanah di Pacitan tergolong  gersang. Kontur ketinggian tanah di wilayah Pacitan secara umum justru lebih membuka potensi wisata alam, salah satunya Goa Gong Pacitan ini.
Goa Gong secara administratif berada di Dusun Pule, Desa Bomo, Kecamatan Punung, berjarak sekitar 37 km arah barat dari pusat kota Pacitan. Objek wisata goa di Jawa Timur yang satu ini dikelilingi oleh pegunungan, sebelah utara adalah gunung Manyar, sebelah selatan gunung Karang Pulut, sebelah timur Gunung Gede, dan sebelah barat adalah gunung Grugah. Keempat gunung ini adalah gunung non-aktif.
Baca juga: Inilah 7 Tempat Wisata di Pacitan Paling Menarik
Stalaktik dan Stalagmit Goa Gong di Pacitan
Stalaktit dan Stalagmit Goa Gong di Pacitan
Goa Gong Pacitan memiliki kedalaman goa sepanjang 256 meter dan memiliki stalakmit dan stalaktit berumur ratusan tahun. Goa ini muncul sebagai akibat dari aktivitas vulkanik dan gerakan termik yang diperkirakan berlangsung ratusan hingga ribuan tahun silam.
Berdasarkan kisah masyarakat lokal, goa ini dinamai sebagai Goa Gong adalah karena masyarakat kerap mendengar adanya suara gema tabuhan seperti suara gong yang berasal dari dalam goa. Gong adalah salah satu alat tabuh dalam kesenian gamelan Jawa. Suara seperti gong dari dalam goa ini adalah hasil dari pantulan tetesan air alam goa yang menimpa batuan stalaktit atau stalagmit goa tersebut. Bunyi yang dihasilkannya terdengar harmonis dan indah, bahkan jika Anda berada di pintu masuk goa tersebut.
Alamat Goa Gong: Desa Bomo, Kec. Purung Donorejo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur
Peta Lokasi: klik di sini
Koordinat GPS: -8.16484,110.97984
Baca juga: Inilah 14 Tempat Wisata di Jawa Timur Paling Memikat

Wisata Goa Gong Pacitan

Jika Anda ingin menikmati pesona Goa Gong Pacitan yang sungguh kaya akan keindahan stalaktit (mineral sekunder yang menggantung di langit goa) dan stalagmit (batuan kapur yang berbentuk meruncing dan terdapat di lantai goa), Anda dapat masuk ke dalamnya dengan membayar tiket masuk Goa Gong sebesar Rp 5 ribu per orang.
Pesona Goa Gong di Pacitan
Pesona Goa Gong di Pacitan
Stalaktit dan stalagmit di Goa Gong Pacitan ini akan mengalami pertumbuhan memanjang melalui proses alami akibat reaksi oksidasi atau reaksi kimia antara udara dengan air. Rata-rata pertumbuhan panjang stalaktit dan stalakit di goa ini berkisar antara 0.1 hingga 0.13 mm per tahun.
Saat mengunjungi Goa Gong Pacitan, Anda akan diajak menyusuri tangga dan menyaksikan berbagai pemandangan gong cave, shawl drappery (stalaktit yang meneteskan air), rekahan endapan kalsium, dan tetesan air di ujung-ujung goa yang membentuk laksana danau kecil.
Pilar-pilar stalagmit tumbuh menjulang tinggi dan terlihat saling bertumpuk satu sama lain, menyuguhkan panorama ukiran batuan yang hidup bersama dengan tetesan air yang tak pernah kering. Anda tidak perlu khawatir akan gelap saat menyusuri kedalaman Goa Gong Pacitan ini karena bagian-bagian goa telah dilengkapi dengan lampu warna-warni yang turut menambah keindahan dalam goa.
Tangga menyusuri Goa Gong Pacitan
Tangga menyusuri Goa Gong Pacitan
Ketika menyusuri goa, Anda sebaiknya tetap berhati-hati karena genangan air yang menetes dari stalakmit menjadikan lantai goa ini cukup licin. Anda mungkin akan mudah terpeleset jika tidak berhati-hati melangkah.
Setelah penyusuran selesai dan Anda keluar dari dalam goa, Anda melihat banyaknya pedagang yang menjajakan dagangan, mulai dari aneka makanan, minuman, hingga souvenir foto goa atau lukisan wajah yang dapat Anda bawa pulang sebagai cinderamata. Umumnya harga yang ditawarkan untuk souvenir ini berkisar dari Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu per item.
Pintu masuk Goa Gong
Pintu masuk Goa Gong
Jika Anda ingin membeli kaos atau cinderamata lainnya, Anda dapat menemukannya pada stand-stand di arah keluar Goa Gong Pacitan. Harga yang ditawarkan cukup variatif, secara umum masih dapat terjangkau. Di Indonesia, pengalaman wisata goa juga dapat Anda temui di Goa Pindul Jogjakarta.

Hotel di Area Goa Gong Pacitan

Jika Anda berencana menginap, Anda dapat mencari hotel dekat Goa Gong Pacitan ini. Terdapat aneka jenis penginapan, seperti hotel dan lain-lain dengan fasilitas beragam.
Anda dapat menghubungi pihak hotel di sana atau mencari hotel di dekat Goa Gong secara online. Salah satu booking online yang populer di kalangan penikmat perjalanan adalah AGODA.

Rute Perjalanan ke Goa Gong Pacitan

Kota Pacitan berjarak sekitar 101 km dari kota Madiun. Jika Anda memulai perjalanan dari kota Yogyakarta atau Solo, Anda dapat menempuh rute perjalanan melalui kota Solo dan terus lanjut memasuki daerah Ponorogo, kemudian akan masuk wilayah Madiun, baru kemudian tiba di Pacitan. Dari Jogja ke Pacitan, durasi perjalanan akan memakan waktu sekitar 5 jam.
Jika Anda memilih angkutan umum dan memulai perjalanan ke Pacitan dari kota Surabaya, Anda dapat menggunakan bus patas yang akan membawa Anda ke Ponorogo, lalu mengganti bis lagi yang akan mengantarkan Anda ke Pacitan.
Dari pusat kota Pacitan, Anda perlu menempuh perjalanan selama sekitar 30 menit untuk dapat tiba di kawasan wisata Goa Gong Pacitan.




SUMBER: http://www.initempatwisata.com/wisata-indonesia/pacitan/goa-gong-pacitan-pesona-goa-terindah-di-asia-tenggara/3005/